Apakah yang muncul dalam benak Anda ketika mendengar kalimat “mengasihi Allah dengan pikiran”? Bagi kaum intelektual pikiran mereka akan tergugah, pemujaan mereka meluap-luap tatkala mereka memahami sesuatu yang baru tentang Allah, atau jalan-Nya bagi anak-anak-Nya. Jika Anda tidak memikat pikirannya, ibadah mereka tidak akan pernah beranjak.
Kaum intelektual dapat menghabiskan waktu sekian lama untuk merenungkan ayat atau konsep yang menantang untuk mempelajari dan menemukan hal baru tentang Allah agar mereka dapat bertumbuh di dalam Kristus, dan apabila tidak, maka hubungan mereka dengan Allah akan terasa stagnan. Oleh sebab itu, kaum intelektual sangat mendapatkan manfaat dalam pelatihan teologia akan bidang studi dasar mengenai sejarah gereja, kajian Alkitab, teologi sistematis, etika, dan apologetika.
Bertumbuh sebagai kaum intelektual juga merupakan sebuah panggilan hidup. Namun, kaum intelektual perlu mewaspadai sikap-sikap tertentu seperti menyukai kontroversi yang bertujuan untuk memamerkan pengetahuan secara congkak, sekedar mengetahui apa yang benar dan bukan melakukan apa yang benar, dan bersikap sombong sehingga menghakimi kelemahan intelektual orang lain. Jika Allah memberikan pikiran yang cerdas kepada Anda, pakailah untuk melayani jemaat di mana Anda berada dan bukan untuk menyombongkan diri.
Judul Buku : Sacred Pathways Penulis : Gary Thomas Penerbit : Katalis (cetakan kedua, Mei 2024) Bab 11 : Kaum Intelektual (23 hal)






