Mengapa Berbagi Kabar Baik Terasa Begitu Buruk (Bab 1)

Mungkinkah berbagi “kabar baik” selalu berakhir dengan perasaan tidak enak? Kebanyakan orang sering mengalami kegagalan berulang pada saat membagikan kabar baik supaya seseorang mengenal kasih Allah. Kegagalan terjadi karena langkah yang terlalu cepat, terlalu rumit, terlalu memakan waktu, atau hanya sekedar relasi yang canggung yang membuat membagikan “kabar baik” terasa begitu buruk.

Akibatnya banyak orang menjadi frustrasi karena mencoba mengasihi orang lain, membagikan kebenaran, dan menanggung beban perasaan yang buruk yang sungguh melemahkan. Belum lagi ditambah dengan sebagai orang Kristen, kita bingung apa dan bagaimana membagikan iman Kristen. Nyatanya, sebagian besar orang mengaku sudah percaya kepada Tuhan tetapi tidak memiliki relasi dengan Yesus. Maka, tugas kita adalah membawa mereka menemukan jalan kembali kepada Tuhan, yaitu dengan membagikan “kabar baik”.

Harus ada cara yang lebih baik untuk mengasihi orang-orang yang kita jumpai daripada memaksa mereka mendengar kabar baik. Mendengarkan tanpa menghakimi adalah salah satu tindakan kasih yang paling murni. Mereka mencari teman yang tidak akan memaksakan sebuah kesimpulan pada mereka, tetapi yang memercayai mereka untuk memiliki perjalanan spiritual mereka sendiri. Seperti Yesus yang menjadikan diri-Nya sebagai “Sahabat Orang Berdosa”, seluruh hidup dan pelayanan-Nya adalah sebuah ritme persahabatan dan berkat bagi banyak orang. Berbagi kabar baik tidak akan menjadi hal buruk kalau kita menggunakan strategi yang Yesus lakukan, yaitu persahabatan dan menjadi berkat.


Judul Buku  : B.L.E.S.S.
Penulis     : Dave Ferguson & Jon Ferguson
Penerbit    : Katalis (Mei, 2024)
Bab 1       : Mengapa Berbagi Kabar Baik Terasa Begitu Buruk (18 hal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isikan dengan ANGKA *Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

eBook Rekomendasi

Situs Rekomendasi