Panduan Pokok untuk Menjadi Seorang Murid (Bagian 6)

0
(0)

Pada pokok bahasan ini kita diajarkan bagaimana cara membuat murid seperti yang diajarkan Yesus. Kutipan ayat Markus 3:14 menjelaskan bahwa dalam pelayanan-Nya, Yesus menjangkau ribuan orang, tetapi Yesus hanya menetapkan dua belas orang untuk menyertai Yesus.

Yesus memanggil kedua belas murid untuk menyertai-Nya dalam perjalanan pelayanan-Nya supaya Yesus dapat menanamkan dan melipatgandakan hidup-Nya ke dalam diri kedua belas murid. Ada dua hal yang menonjol mengapa Yesus memusatkan bagian terpenting dari pelayanan-Nya pada kedua belas murid-Nya, yaitu:

  1. Internalisasi
    Yesus memprioritaskan relasi pribadi sebagai dasar untuk menginternalisasi/ mentransfer pesan, cara dan misi-Nya kepada para murid. Untuk lebih memahami sifat relasi ini, kita bisa membandingkan dengan program pemuridan yang seringkali diadakan di gereja. Kekeliruan kita adalah pada saat kita berpikir bahwa program-program akan menghasilkan murid sehingga kita memilih cara yang cepat dan praktis. Tetapi Yesus memprioritaskan relasi dalam kehidupan nyata dan melakukan pendekatan relasional. Apakah beda dari program dan pendekatan relasional?
    » Relasi-relasi pemuridan dicirikan dengan keintiman,dan belajar menghidupi Firman yang dipelajari. Sedangkan program lebih mementingkan transfer informasi.
    » Relasi-relasi pemuridan melibatkan saling berpartisipasi secara penuh, dimana setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab yang sama dalam persiapan, membuka diri dan agenda perubahan hidup. Sementara program bergantung pada satu atau beberapa orang yang bertindak untuk banyak orang.
    » Relasi-relasi pemuridan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan individu-individunya yang khas karena tiap-tiap individu memiliki kecepatan pertumbuhan dan keunikan yang berbeda-beda. Sementara program menekankan sinkronisasi dan regimentasi (pola tertentu).
    » Relasi-relasi pemuridan memusatkan akuntabilitasnya pada perubahan hidup, sementara program-program memfokuskan akuntabilitasnya pada materi pengajaran. Tujuan dari pemuridan adalah bertumbuh makin serupa dengan Kristus dan, akuntabilitasnya adalah berfokus pada belajar melakukan perintah-perintah Yesus.
  2. Multiplikasi
    Oleh karena Yesus memiliki jangkauan pelayanan dengan ribuan orang sehingga Yesus memfokuskan diri-Nya pada melipatgandakan banyak gembala. Yesus memulai visi melipatgandakan ini dimulai dari yang sedikit yaitu para murid. Yesus mempersiapkan para murid untuk melanjutkan pekerjaan pelayanan-Nya setelah Ia kembali ke surga. Dan misi para murid dimulai sejak saat itu.

Lalu bagaimanakah kita sebagai murid-Nya menerapkan cara Yesus dalam membuat murid di masa kini?

  1. Mengambil keputusan untuk keluar dari orang banyak dan mengidentikkan diri dengan Yesus. Bersedia terlihat bersama Yesus sebagai bagian dari kelompok seperjalanan-Nya.
  2. Menanamkan diri dalam kehidupan kelompok kecil yang bertujuan mewujudkan kehidupan sebagai pengikut Yesus dalam segala aspek kehidupan. Pemuridan tidak dapat dilakukan secara sendirian tetapi membutuhkan dukungan orang lain. Pemuridan adalah kehidupan berelasi dengan murid-murid yang lain dalam sebuah komunitas.
  3. Membuat komitmen untuk menjadi pelipatganda. Menjadi satu sebagai murid Yesus berarti menerima tanggung jawab untuk bertumbuh dalam Kristus secara pribadi dan juga menolong pertumbuhan orang lain supaya mereka juga dapat menjadi pembuat murid.

Dengan menerapkan cara Yesus ini hidup kita harus menjadi refleksi dari pesan maupun cara pelayanan Yesus.


Judul Buku: Panduan Pokok untuk Menjadi Seorang Murid
Penulis: Greg Ogden
Penerjemah: Okdriati S. Handoyo
Penerbit: Katalis – Yys. Gloria, Yogyakarta (2019)
Ketebalan buku: 153 hal
Bab 6: Jadikanlah Murid

Seberapa artikel ini berguna?

Klik pada "bintang" untuk memberi nilai!

Nilai Rata² 0 / 5. Jumlah vote: 0

Belum ada vote! Jadilah yang pertama menilai.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Isikan dengan ANGKA *